Apa Itu Internet of Things (Iot)-Pengertian Dan Manfaatnya

Apa Itu Internet of Things (Iot)-Pengertian Dan Manfaatnya

Pada artikel ini kita akan membahas Apa Itu Internet of Things (Iot) Pengertian Dan Manfaatnya. Internet of Things (Iot) adalah bagian penting dari generasi baru dari teknologi informasi. Seperti namanya, "Internet of Things" adalah hal-hal yang terhubung satu sama lain melalui Internet yang dilengkapi dengan pengidentifikasi unik ( UID ) dan kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. Internet menjadi ada ketika beberapa teknologi, analitik real-time, pembelajaran mesin, sensor komoditas dan adanya sistem yang tertanam di suatu objek atau benda.


Ini memiliki dua bagian, yang pertama adalah inti dan dasar dari Internet of Things adalah Internet yang merupakan jaringan global yang menghubungkan jutaan perangkat satu sama lain. Misalnya, media sosial Facebook yang dihosting di server server Facebook (perusahaan) tetapi Anda dapat memuat dan menggunakannya di ponsel cerdas atau komputer lokal Anda menggunakan jaringan di seluruh dunia yang disebut Internet.

Kedua adalah Benda (objek atau perangkat) yang bisa di perluas ke item apa saja yang digunakan untuk bertukar dan berkomunikasi menggunakan Internet.

Oleh karena itu, definisi/pengertian dari Internet of Things adalah jaringan beberapa perangkat seperti perangkat fisik, peralatan rumah tangga, Kendaraan dan perangkat tertanam lainnya yang saling berkomunikasi untuk menghubungkan dan mengumpulkan data menggunakan media yang berbeda seperti sensor inframerah, identifikasi frekuensi radio , pemindai laser, GPS (global positioning system) dan peralatan penginderaan informasi lainnya.

Sejarah Internet of things (IoT)

Kevin Ashton, salah satu pendiri dari Auto-ID Center di MIT pertama kali menyebutkan internet hal-hal dalam presentasi yang ia buat kepada Procter & Gamble (P&G) pada tahun 1999. Ingin membawa ID frekuensi radio (RFID) menjadi perhatian manajemen senior P&G, Ashton memanggilnya presentasi "Internet of Things" untuk menggabungkan tren baru tahun 1999: internet. Buku profesor MIT Neil Gershenfeld, When Things Start to Think , juga muncul pada tahun 1999, tidak menggunakan istilah yang tepat tetapi memberikan visi yang jelas tentang ke mana IoT menuju.

IoT telah berevolusi dari konvergensi teknologi nirkabel, sistem microelectromechanical ( MEMS ), layanan mikro dan internet. Konvergensi telah membantu menghancurkan silo antara teknologi operasional (OT) dan teknologi informasi (TI) memungkinkan data yang dihasilkan mesin yang tidak terstruktur dianalisis untuk wawasan untuk mendorong perbaikan.

Meskipun Ashton adalah yang pertama menyebutkan tentang internet, gagasan tentang perangkat yang terhubung telah ada sejak tahun 1970-an, di bawah monikers tertanam internet dan komputasi luas.

Bagaimana Internet of things (IoT) bekerja?

Ekosistem IoT terdiri dari perangkat pintar berkemampuan web yang menggunakan prosesor tertanam, sensor, dan perangkat keras komunikasi untuk mengumpulkan, mengirim, dan bertindak atas data yang mereka peroleh dari lingkungan mereka. Perangkat IoT berbagi data sensor yang mereka kumpulkan dengan menghubungkan ke gateway IoT atau perangkat lainnya di mana data dikirim ke cloud untuk dianalisis secara lokal.

Terkadang, perangkat ini berkomunikasi dengan perangkat terkait lainnya dan bertindak berdasarkan informasi yang mereka dapatkan dari satu sama lain. Perangkat melakukan sebagian besar pekerjaan tanpa campur tangan manusia, meskipun orang dapat berinteraksi dengan perangkat - misalnya, untuk mengaturnya, memberi mereka instruksi atau mengakses data.

Konektivitas, jaringan dan protokol komunikasi yang digunakan dengan perangkat yang mendukung web ini sangat tergantung pada spesifik aplikasi IoT yang digunakan.

Manfaat dari Internet of things (IoT)

Internet of things menawarkan sejumlah manfaat bagi organisasi atau individu yang memungkinkan mereka untuk:

  • memantau keseluruhan proses bisnis mereka;
  • meningkatkan pengalaman pelanggan;
  • menghemat waktu dan uang;
  • meningkatkan produktivitas karyawan;
  • mengintegrasikan dan mengadaptasi model bisnis;
  • membuat keputusan bisnis yang lebih baik; dan
  • menghasilkan lebih banyak pendapatan.

Contoh dari Internet of things (IoT)

Misalnya, Smart home, konsep ini hadir di bawah IOT dengan rasa otomatisasi Rumah. Ketika IOT menjadi lebih matang, semua peralatan rumah Anda menjadi cukup pintar sehingga IOT dapat menghemat energi dengan secara otomatis menghidupkan atau mematikan tema ketika mereka tidak menggunakannya.

Dalam dunia medis, berbagai sensor digunakan dalam aplikasi yang berbeda seperti monitor detak jantung untuk mengumpulkan data untuk menganalisis, meneliti, dan memantau mereka untuk menyediakan sistem perawatan kesehatan yang cerdas. Misalnya alat pacu jantung, gelang elektronik Fitbit, atau alat bantu dengar tingkat lanjut.

Contoh lain: Misalkan, di hari yang panas di musim panas, Anda kembali ke rumah dari kantor tetapi sebelum sampai; Anda ingin AC Anda menyala dan mulai mendinginkan ruangan. Jadi, ketika Anda akan mencapai Anda dapat dengan mudah bersantai. Dalam skenario ini, AC terhubung ke Internet dan Anda dapat mengontrolnya dari jarak jauh. Semua pengaturan ini berada di bawah bagian IOT smart home.

Internet of Things berkembang pesat dan diperkirakan mencakup antara 30 miliar hingga 75 miliar perangkat pada tahun 2020, dari gelang pintar, mainan, bingkai foto, hingga perangkat medis, sensor seismik, dan pesawat terbang. Untuk menambah wawasan Agan tentang Internet of things (IoT) ini, baca artikel wikipedia yang berjudul internet untuk segala.

No comments for "Apa Itu Internet of Things (Iot)-Pengertian Dan Manfaatnya"